Sunday, January 23, 2011

Pengetahuan Tentang Batu Permata

 

Sekilas tentang Batu Permata

Hasrat manusia terhadap perhiasan batu permata serta suatu benda yang indah untuk mempercantik diri telah berlangsung ribuan tahun. Perhiasan berbentuk cincin, kalung atau gelang yang dikenakan manusia sebagai media sugesti atau pembawa keberuntungan juga telah berakar sejak ribuan tahun silam.

Di blok ini saya ingin membagi pengetahuan tentang batu permata yang umumnya sangat minim diketahui oleh masyarakat awam. Dan semoga tulisan saya ini dapat memberikan sedikit masukan berharga kepada para pembaca yang ingin memulai mengoleksi atau pun yang telah lama berkecimpung dalam dunia batu permata.

Unsur yang sangat penting dalam menilai batu pertama disebut dengan 4C, yaitu :
1. Color : warna sangat berperan besar dalam menilai batu permata. batu permata yang memiliki warna yang indah tentu saja bernilai lebih berharga dari pada batu permata lain nya yang memiliki warna yang kurang baik.

2. Cutting : model potongan, juga sangat mempengaruhi nilai akhir dari sebuah batu permata, dimana potongan yang baik akan membuat sebuah nilai batu permata melambung harga nya dan sebalik nya potongan yang buruk dan cacat akan membuat batu yang indah pun menjadi kurang baik penampilan dan tentu saja mengurangi harganya.

3. Clarity : kebersihan sebuah batu permata juga merupakan satu nilai tertentu dalam menilai batu permata, dimana batu permata yang emiliki banyak titik (inclusion) akan menjadi lebih murah dibanding batu permata yang bersih dari kotoran.

4. Carat : berat bersih dari batu permata, 1 carat adalah 0,02 gram. dimana semakin berat dan besar sebuah permata tentu nya semakin susah dan jarang didapat, yang mengakibatkan harga nya menjadi jauh lebih mahal.


Untuk para pemakai batu permata yang ingin membeli batu permata ada 3C lagi yang menjadi tambahan saat berbelanja batu permata, yaitu:
1. Chemistry 
Dimana rasa suka sang calon pemakai batu permata terhadap batu permata yang akan dibeli harus lah sangat diperhatikan, karena semahal apa pun batu permata bila tidak ada rasa suka memakai atau memilikinya maka hilang lah nilai sentimentil dari batu permata tersebut. Jadi sangat disaran kan untuk mengikuti perasaan pribadi dalam memilih batu permata dan tentu saja didampingi oleh pengalaman dari 4C sebelumnya.

2. Confidence
Anda harus yakin bahwa batu permata yang anda beli adalah natural, tentu saja harus diteliti dengan baik.

3. Certificate
Sertifikat akan sangat membantu para pembeli batu permata yang tinggi nilai nya dalam melihat atau menilai keseluruhan dari batu permata tersebut. (treatment, origin dll)
 

Fenomena pada batu permata

Hal unik lain yang menambah keindahan sebuah batu permata selain warna nya adalah fenomena pada batu permata tersebut. yang disebabkan oleh pengaruh sinar pada batu permata, yang tentu saja ada kaitan nya dengan susunan atom kimia, kristal dan serat alami pada batu permata tersebut.

Fenomena tersebut antara lain:
1. Asterism (Star) : disebabkan oleh pemantulan sinar pada serat serat halus yang berbentuk seperti jarum yang disebut rutiles pada batu permata sehingga saat sinar memantul menampakan garis garis bersilang.

2. Chatoyancy (Cat's eye) : disebabkan olehpemantulan sinar pada serat serat halus yang berbentuk pipa pipa sangat halus dan sejajar.

3. Adularsence : adalah pemantulan sinar yang berpindah pindah disebabkan oleh ketidakrataan struktur batu sehingga sinar menyebar.

4. Adventuresence : adalah pemantulan sinar pada serpihan serpihan halus didalam batu, yang mengakibatkan pemantulan sinar tidak merata seperti titik titik pasir.

5. Labradorescence: pancaran sinar yang terlihat dari sudut pandang tertentu yang disebabkan oleh terganggunya jalan sinar saat memasuki struktur batu yang berlapis.

6. Play of color : penampilan warna warni yang bergerak pada batu opal yang disebabkan oleh butiran butiran microskopis silica yang menebarkan warna pelangi.

7. Orient : pemunculan warna pelangi pada permukaan mutiara yang disebabkan oleh lewatnya sinar melalui lapisan lapisan nacre.

8. Iridescence : permainan warna warni yang berunah karena jalur cahaya yang terganggu.

9. Color change : perubahan warna pada batu yang terjadi pada sumber cahaya berwarna putih diganti sumber cahaya berwarna merah seperti lampu  pijar.



Treatment pada batu permata

Treatment atau memperbaiki dengan cara pengobatan yaitu bertujuan untuk memperbaiki bentuk atau pun penampilan akhir pada sebuah batu permata, tetapi tentu saja batu permata yang telah di perbaiki bernilai lebih rendah dari pada batu permata yang alami. Banyak jenis perbaikan yang dapat dilakukan pada batu permata, dan yang paling umum antara lain yaitu :
1. Heat : pemanasan adalah salah satu cara yang paling umum dalam memperbaiki atau memper indah warna dan kejernihan sebuah batu permata.  Pemanasan pada batu permata ada dua jenis yaitu dengan pemanasan biasa tanpa bahan kimia tambahan dan pemanasan dengan mengunakan zat additif atau kimia tertentu lalu dipanaskan pada titik suhu tertentu.

2. Glass fill : pengisian rongga dengan bahan kimia atau resin pada sebuah batu permata yang bertujuan menjernihkan tampilan dari sebuah batu permata.

3. Oiling : meminyaki rongga batu permata dengan cara menvakum batu permata pada suhu tertentu, dengan tujuan menambah kejernihan sebuah batu permata dan menambah kilauan warna nya.

4. Coating : adalah melapisi batu permata dengan cara melapisi permukaan batu permata dengan kimia atau resin, dengan tujuan agar memperkuat batu permata dan agar tidak terkontaminasi zat - zat yang dapat mempengaruhi penampilan pada batu permata.



Batu permata asli Indonesia

Bumi Indonesia yang sangat kaya akan hasil bumi dan laut ternyata juga menyimpan banyak Batu permata yang berharga, saya akan coba menjabarkan nya sedikit demi sedikit untuk mengingatkan kekayaan bumi kita tercinta Indonesia Raya.

Batu permata yang tetntu saja yang sering kita temui di Indonesia adalah batu permata dari keluarga mineral kuarsa (quartz), yang di dalam nya masih dibagi bagi kembali menjadi beberapa keturunan. sperti kecubung ungu (amethyst), kecubung emas (citrine), kecubung asihan (purple chalcedony) , yang sekarng lagi naik daun adalah keluarga quartz dari Chrysopase chalcedony yaitu yang sering disebut dengan batu bacan atau pun batu hijau garut yang harganya cukup fantastis untuk batu dari keluarga quartz agate. dan masih banyak lagi seperti kalimaya (opal) dan muatiara lombok kita yang terkenal sampai seluruh dunia.

Batu permata yang terdapat di Indonesia :
Keluarga kuarsa (quartz) :
1. kecubung ungu (amethyst) : Kalimantan & Sumatera.
2. kecubung emas/kuning (citrine) : Kalimantan & Sumatera.
3. kecubung es (crystal quartz) : Kalimantan & Sumatera.
4. kecubung asap (smoky quartz) : Kalimantan & Sumatera.
5. kecubung pink (rose quartz) : Kalimantan & Sumatera.
5. kecubung ulung/asihan (purple chalcedony) : Kalimantan & Sumatera. 
6. bacan / hijau garut (chrysopase chalcedony) : Palmea,  pulau bacan dan garut.
7. spritus biru langit (blue agate) : sumatera batu raja.
8. akik (agate) dll. : menyebar merata diseluruh nusantara.

Keluarga silica :
1. kalimaya banten (opal) : banten.
2. satam (tektite) : bangka belitung, sebagian kecil daerah jawa dan kalimantan.
Batu permata organik :
1. Mutiara (pearl) : lombok, manado, bali.
2. fosil getah ( amber) : menyebar merata di seluruh nusantara.
3.  koral (coral) : di sepanjang perairan utara nusantara
4. tulang dan gading (invory) : menyebar merata di seluruh nusantara.
5. fosil  : menyebar merata di seluruh nusantara.



Batu kuarasa (quartz)

Batu kuarsa (quartz) memiliki unsur atau ikatan kimiawi dasar : Si02 (silikon dioksida), dengan tingkat kekerasan 7 skala mohs dan berat jenis 2,64 - 2,66.

Di Indonesia batu kuarsa bisa di dapatkan di daerah kalimantan (banjar) dan sumatera (lampung).
Dibawah ini akan saya ulas beberapa jenis batu permata dari keluarga kuarsa yang terkenal akan keindahan nya.

Batu kuarsa yang berharga dan terkenal di bagi menjadi beberapa jenis lagi seperti :
1. Kecubung ungu (amethyst) berwarna lembayung muda sampai lembayung tua, yang dipercaya sebagai media sugesti pengasihan dan membantu mempertinggi kesadaran spiritual. Dalam keluarga kuarsa kecubung ungu merupakan jenis yang paling berharga nilai nya dibanding batu permata kuarsa jenis lain, dikarenakan langka nya jenis dan warna kuarsa jenis ini, ditambah minat dan permintaan para pemakai.

2. Kecubung kuning (citrine) berwarna kuning muda sampai kuning keemasan, merupakan batu permata kuarsa yang tinggi nilai nya setelah kecubung ungu. Tapi di praktek lapangan banyak orang melakukan pemanasan (heat treatment) pada kecubung ungu untuk menghasil kan kecubung kuning. Kecubung kuning dipercaya sebagai media sugesti untuk kesadaran diri dan bimbingan intuisi dalam kehidupan sehari- hari.

3.  Batu bacan dan hijau garut merupakan keluarga kuarsa yang memiliki susunan kristal mikrokristal (microcrystaline), yang dalam dunia gemology disebut dengan chrysopase chalcedony. Batu bacan dan hijau garut memiliki warna dari biru muda sampai ke hijau tua.  Yang membedakan antara batu bacan dan hijau garut adalah asal tempat mereka di tambang dan juga susunan kimia yang sedikit berbeda yang diakibat kan faktor geologis yang berbeda. Warna pada batu bacan dipercayai dapat bermetamorfosis menjadi lebih indah jika sering dipakai dan keindahan batu bacan palmea konon telah membuat orang orang dari negeri seberang seperti Taiwan & Korea datang ke Indonesia khusus untuk mencari dan mengoleksi batu jenis ini dan mereka menyebut nya giok biru (blue jade).  Batu jenis ini dipercayai dapat menuntun pemakai nya untuk melakukan sesuatu dari hal kecil untuk mencapai hal yang lebih besar, seperti karakteristik warna nya yang dapat bermetamorfosis (segala sesuatu yang luar biasa dan besar berawal dari satu langkah kecil).

4. Batu biru langit (blue agate) merupakan batu permata yang telah langka di bumi Indonesia, Berwarna biru muda seperti langit pada pagi hari dan biru lembayung seperti langit pada malam hari, juga merupakan batu kuarsa yang memiliki struktur ikatan kimia mikrokristal (microcrystaline). Batu permata jenis ini di hasilkan dari daerah sumatera selatan tepatnya batu raja. Batu permata ini dipercaya akan memberikan dorongan untuk menyatakan kebutuhan emosional dan akhirnya akan membuat ketenangan batin sang pemakai.

Keempat batu diatas adalah batu permata yang terkenal dari keluarga kuarsa yang terdapat di Indonesia. Dan tentu saja nilai nya meningkat berjalan seiring nya permintaan dan kelangkaan batu permata tersebut.

Sumber: ikiyushi.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment